tenisIndonesia.com – Pesta olahraga multi event disabilitas se-Asia Tenggara, yakni ASEAN Para Games 2025 Thailand atau APG ke-13 telah resmi berakhir di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Senin (26 Januari 2026) malam WIB.
Sebanyak 1.700 orang atlet dari 10 negara, yakni Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Filipina, Vietnam, Laos, dan Myanmar tercatat turut ambil bagian menjadi peserta untuk memperebutkan 496 medali emas dari 19 cabang olahraga.
Kontingen Merah Putih mengikuti 18 cabang olahraga, di antaranya para atletik, para bulu tangkis, para tenis meja, boccia, sepak bola cerebral palsy (CP), dan bola basket kursi roda.
Dengan kekuatan 290 atlet dari 18 cabang olahraga itu, Indonesia berhasil membawa pulang 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu dengan total 392 medali.
Hasil itu mengantarkan Indonesia bertengger di posisi kedua, berada satu strip dibawah tuan rumah Thailand yang mendulang 175 emas, 155 perak, dan 156 perunggu. Sedangkan posisi ketiga, ditempati Malaysia yang meraih 64 emas, 64 perak, dan 73 perunggu.
Kontingen Indonesia yang dikomandani oleh Reda Manthovani selaku Chief de Mission (CdM), sukses melampaui target yang dibebankan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yaitu posis tiga besar serta 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu.
“Alhamdulillah, Indonesia berhasil mendapatkan 135 medali emas pada Asean Para Games ke 13 di Thailand.” tutur Dr. Rildo Ananda Anwar.
“Kita bersyukur dan bangga karena hasil ini melampaui target yang dibebankan oleh Kemenpora, yaitu 82 emas.” tandas Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) masa bakti 2017-2022 itu.


